Versi CetakVersi Cetak
Jaga Shilaturrahim, maka Potensi Dirimu akan Melejit

Saat Allah mengatakan bahwa kita adalah makhluk terbaik seperti terdapat dalam kalam-Nya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS At Tin 95: 4) tentu Dia juga memiliki tujuan dan ketentuan terbaik untuk kita. Salah satu tujuan itu adalah agar kita menjadi khalifah di muka bumi. Menjadi khalifah berarti kita harus mengimplementasikan sifat-sifat baik Allah SWT kepada sesama. Oleh karena itu, Allah SWT memberikan bekal berupa potensi dalam masing-masing diri kita. Potensi hanya akan muncul dan menjadi nyata bila kita mau menggalinya. Cara mengggali potensi yang terbaik adalah dengan terus belajar dan belajar. Dengan belajar, orang akan mengetahui, kemudian menyadari bahwa dirinya memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Oleh sebab itu pula, saya merasa bersyukur telah bergabung ke dalam komunitas pembelajar seperti SNW ini.”

Itulah jawaban pembuka Ibu Nur Aisyah, mitra bisnis berperingkat Prawira Muda asal Sinjai, Sulawesi Selatan, saat ditanya mengenai potensi diri. Menurut istri dari Bapak Andi Muhammad Fathir ini, belajar untuk mengetahui dan melejitkan potensi tidak selamanya harus bersifat formal. Pembelajaran kadang justru lebih banyak didapat dari banyaknya tantangan yang muncul. Dengan adanya tantangan, orang dipaksa untuk menjadi lebih kreatif mencari solusi. Proses mencari solusi itu adalah bagian dari cara menggali potensi dalam diri. Oleh karena itu, bila kita ingin terlatih melejitkan berbagai potensi, maka harus banyak menghadapi tantangan. Menurut beliau, tantangan dan solusi bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Secara ekstrem beliau menyampaikan, “Cintailah tantangan, maka kita akan menemukan banyak solusi, lalu kita akan menyadari bahwa potensi diri kita itu terlalu besar untuk disia-siakan.”  

Potensi itu ibarat pisau. Semakin sering sebuah pisau digunakan, maka akan semakin sering diasah pemiliknya sehingga semakin tajam. Cara terbaik “mengasah’ potensi itu adalah dengan shilaturrahim atau mengasihi sesama. Saat kita sering bertemu dan mengasihi orang lain yang memiliki karakter berbeda-beda, maka semakin banyak kita mendapatkan pelajaran tentang sifat orang. Oleh karena itu, akan semakin banyak pula pikiran kreatif kita menemukan solusi agar dapat memahami berbagai karakter itu. Jadi, menurut Ibu Nur Aisyah, bila seseorang ingin melejitkan potensi, maka tidak ada pilihan lain bagi dirinya selain harus terus berinteraksi dengan orang lain.

Dalam konteks interaksi inilah Ibu Nur Aisyah merasakan nyaman dan pas berada dalam komunitas SNW. Bagi beliau, salah kunci sukses bisnis di SNW adalah interaksi dengan orang lain. Beliau memahami interaksi dengan orang lain adalah bagian dari shilaturrahim. Dalam Islam, shilaturrahim diyakini sebagai salah satu pembuka pintu rizqi sekaligus dapat menambah panjang umur seseorang. Dalam makna yang luas, beliau memahami istilah “panjang umur” bukan saja umur secara fisik, melainkan juga dengan makna terus dapat memberi manfaat bagi orang lain. Semakin banyak berinteraksi (shilaturrahim) dengan orang lain, maka beliau merasa semakin banyak pelajaran yang didapat sekaligus semakin banyak potensi diri yang dapat tergali. Mengapa?

Dulu, Ibu Nur Aisyah mengaku sebagai pribadi yang tertutup dan sangat enggan berinteraksi dengan orang lain, bahkan cenderung kurang pergaulan. Akibatnya, beliau merasa tidak banyak memiliki wawasan, bahkan cenderung merasa tidak memiliki kemampuan apapun. Jangankan untuk memberi manfaat bagi masyarakat luas, untuk orang sekitarnya saja beliau merasa tidak punya potensi diri untuk dikembangkan.

Beliau bersyukur, sejak mengenal SNW yang segala sesuatunya dilakukan dengan kebersamaan, beliau merasa dapat saling berbagai ilmu, wawasan, dan semangat. Semangat untuk terus belajar yang ditanamkan di SNW membuka kesadaran bagi beliau bahwa untuk berkembang kita membutuhkan pelajaran dari orang lain. Dengan banyak berinteraksi dan belajar dari orang lain akan membuat kita menjadi pribadi yang terbuka dan lebih mudah menerima hal-hal baru. Dari situlah beliau merasa, sesungguhnya banyak hal yang dapat dikembangkan dalam diri kita asalkan kita mau. Beliau sadar, ternyata masih banyak potensi yang telah disediakan oleh Allah SWT yang belum dioptimalkan. Oleh karena itu, dia harus terus belajar. Kesadaran itulah yang membuat Ibu Nur Aisyah menjadi pribadi yang 180 derajat berbeda dengan diri beliau yang dulu.

Bagi beliau, siapapun yang berharap berkembang, maka hal yang pertama kali harus dimiliki adalah kesadaran bahwa kita semua memiliki potensi luar biasa. Setelah menyadari, maka kita harus menemukan potensi itu dengan cara menjadi pribadi yang terbuka, lalu mengoptimalkan potensi itu secara aktual di masyarakat. Karena bagi beliau, keberadaan potensi yang dititipkan Allah SWT dalam tiap diri itu tak lain tujuannya adalah memberi manfaat bagi orang lain. Insya Allah. (HRM)

 

#manfaatsilaturahmiadalah #manfaatsilaturahmi #potensidiriyangdimiliki #potensidiriremaja #potensidirisendiri #potensidiricontoh #potensidiri #silaturrahimmaksud #silaturrahimartinyamenghubungkan #silaturrahimartinya

Diposting oleh Jamil
Senin, 07 Januari 2019   Jam 09:01:50

Rubrik : Motivasi - dibaca : 811 Kali



BERITA TERKAIT


    Pusat Layanan Informasi

    LAYANAN KEMITRAAN
    Senin - Sabtu
    Jam 08.00-16.00
    HP/WA :0813-8263-6885

    Main Office

    PT SHAD GLOBAL INDONESIA

    Kantor Pusat
    CIBIS NINE Lt. 11
    Jl. TB Simatupang No. 2 Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560

    Kantor Operasional
    Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
    Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
    Telepon: (021) 2179 8344
    Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
    Website: shadnetwork.com


    Jadwal Shalat

    Subuh : 04:35
    Dzuhur : 11:52
    Ashar : 15:14
    Maghrib : 17:47
    Isya : 18:59
    Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya