Versi CetakVersi Cetak
Mau Menyebar Undangan Merah atau Putih, Keputusan di Tangan Anda

“Kalau ada orang yang merasa telah mampu menebar manfaat dan kebaikan bagi orang lain, harusnya dia evaluasi dirinya sendiri, karena bisa jadi dia sedang “ge er” (gede rasa). Jangan sampai dia terjebak dengan pemahaman bahwa dia telah menjadi orang baik karena merasa sudah berbuat baik kepada orang lain. Memang memberi manfaat bagi orang lain adalah perintah dalam Islam, namun sesungguhnya secara tersirat maupun tersurat, kita menebar manfaat dan berbuat baik dampaknya akan kembali pada diri kita sendiri. Jadi, sebenarnya kita berbuat baik itu secara zhahir terlihat untuk orang lain, namun secara hakikat kita sedang berbuat untuk kepentingan diri kita sendiri. Kalau begitu terlalu dini kita menyimpulkan bahwa yang kita lakukan adalah menebar kebaikan dan manfaat bagi orang lain.”

Begitulah jawaban filosofis dan sarat makna yang disampaikan oleh Bapak Sugianto Pangat, Prawira Utama, leader nasional asal Medan, Sumatera Utara, saat ditanya Redaksi SHAD Magazine seputar pentingnya menebar manfaat kepada orang lain. Jawaban beliau ternyata berlandaskan pada pemahaman kalam Allah SWT, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…” (QS Al Isra 17:7). Oleh karena itu, ayah dari empat orang putri ini meyakini berbuat baik dan menebar manfaat itu adalah “undangan” kepada kebaikan, kebahagiaan, dan manfaat agar datang kepada kita. 

Karena sifatnya undangan, maka bagi orang yang ingin mendapatkan kebaikan, kesuksesan, manfaat yang besar bagi diri sendiri, kebahagiaan, dan semua kebaikan lainnya, harus menyebar undangan ke orang lain. Semakin banyak undangan yang dia sebar, maka semakin banyak hadir kebaikan bagi dirinya sendiri. Jadi, menurut leader mitra bisnis yang telah meraih prestasi dan mendapatkan apresiasi mengikuti Wisata Islami Mancanegara (WISMA) berbagai negara di antaranya negara-negara ASEAN, China, Turki, dan keliling beberapa negara di Eropa ini, tercapainya tujuan kita tak lain tak bukan penyebabnya adalah kemauan kita pada fokus membuat “undangan.” 

Dalam kalimat sederhana beliau menjelaskan lebih jauh, bahwa siapa pun yang ingin mencapai tujuan hidupnya, maka fokuslah untuk berbuat baik dan memberi manfaat kepada orang lain. Dengan memahami bahwa semua kebaikan dan manfaat yang kita ciptakan bagi orang lain akan mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi diri kita sendiri, menurut pemilik Mitrasalur SUT06 wilayah Medan ini, orang seharusnya menganggap berbuat baik dan menebar manfaat bukanlah sebuah beban, melainkan tuntutan bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, seharusnya tak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak memberi manfaat bagi orang lain. Apalagi Rasulullah SAW menyampaikan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. 

Dengan pemahaman bahwa apa yang kita lakukan akan berdampak kepada diri kita sendiri, maka seharusnya juga dapat memotivasi setiap orang untuk menjadi orang yang berdaya. Dia harus selalu berprinsip untuk menjadi pemberi (muzakki) bagaimana pun kondisinya. Pada sisi lain, dia seharusnya tidak betah menjadi orang yang selalu mengharapkan belas kasihan orang lain, karena secara hakikat tidak akan mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi dirinya sendiri.

Terkait dengan konteks bisnis SNW, menurut Bapak Sugianto Pangat, berbuat baik dan menebar manfaat ini adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bukan sekedar kewajiban apalagi keterpaksaan, melainkan menjadi kebutuhan, bahkan harus menjadi kebiasaan yang mutlak. Mengapa? Menurut beliau, sejak kecil kita sudah dipahamkan bahwa segala sesuatu tergantung dengan niat dan orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan niatnya tersebut. Oleh karena itu, saat seorang mitra bisnis ingin mendapatkan kesuksesan, maka dengan sendirinya dia harus membantu kesuksesan orang lain. Saat dia ingin mendapatkan pelayanan terbaik, maka dia harus melayani semua mitramudanya dengan cara terbaik seperti membina, memotivasi, memberikan perhatian, dan sebagainya. Saat dia mendambakan prestasi yang besar, maka dia secara otomatis harus membuka jalan kemudahan bagi mitramudanya untuk meraih prestasi. Semakin banyak orang yang berhasil dia sukseskan, maka semakin besar pula sukses yang akan dia raih. Jalan bagi seorang mitra bisnis untuk memperbanyak kesuksesan orang lain adalah dengan mengajak dan merekrut orang lain sebanyak-banyaknya untuk menjadi mitra bisnis di bawah jaringannya. Jadi, merekrut mitra bisnis baru bagi seorang mitra bisnis yang ingin sukses besar, selain sebuah keniscayaan juga merupakan syarat mutlak.

Bagi Bapak Sugianto Pangat yang telah mendapatkan manfaat khusus haji, umrah, wisata islami dalam dan luar negeri, emas, asuransi kesehatan, tabungan hari tua, dan berbagai prestasi lainnya dari bisnis SNW ini, setiap hasil adalah bukti nyata bahwa kita menjalankan proses dengan baik dalam sebuah sistem. Sistem yang ditaati dan dijalankan dengan konsisten, pasti hasilnya akan sesuai janji awal sistem. Hasil tidak pernah mengkhianati proses. Bila seseorang mengaku sudah menjalani proses dengan baik dan maksimal, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan, maka layak dipertanyakan proses yang dilakukan sebelumnya. Sebaliknya, bila ada orang yang mendapatkan hasil yang baik, tetapi secara kasat mata proses yang dilakukannya tidak baik, maka hampir dipastikan hasil dan kebaikannya cenderung tidak akan bertahan lama. Semua harus selaras dan saling terkait, karena proses dan hasil adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan.   

Mengakhiri pembicaraan, Bapak Sugianto menyampaikan sebuah ilustrasi bahwa saat kita ingin mendapatkan kebaikan dan manfaat yang banyak, maka kita harus berbuat kebaikan dan menebar manfaat yang banyak pula kepada orang lain. Saat kita ingin menghadirkan hasil terbaik, maka kita harus menjalani yang ditentukan sistem dengan cara yang baik pula. Karena semua kebaikan, manfaat, bahkan sukses itu sifatnya “imbalan” dari kebaikan dan manfaat yang kita lakukan kepada orang lain, maka berbuat baik, menebar manfaat, dan menjalankan proses dengan baik beliau sebut dengan “undangan putih.” Sebaliknya, hanya berharap mendapatkan kebaikan, menerima manfaat, dan mendambakan sukses tapi berbuat baik dengan seperlunya saja kepada orang lain, sedikit sekali memberi manfaat, bahkan menjalani proses yang ditentukan sistem dengan setengah hati, maka orang itu bagai menebar “undangan merah.” Undangan putih biasanya lebih menarik dan mencerminkan sifat simpatik. Itulah sebabnya akan lebih banyak disukai dan dihadiri orang lain. Undangan merah sebaliknya. Mau sukses atau tidak, kini semua tergantung pada undangan mana yang lebih dominan Anda sebar. (HRM)

 

#undangan #undanganpernikahan #undanganulangtahun #undanganresmi #undangantidakresmi #undanganyangmengatasnamakansebuahinstansiatauorganisasidankedinasandisebut #undangandigital #undanganpernikahanonline #undanganaqiqah #undanganresmibiasanyadigunakanuntukkepentingan

Diposting oleh Jamil
Sabtu, 16 Februari 2019   Jam 10:02:24

Rubrik : Kisah Sukses - dibaca : 1,092 Kali



BERITA TERKAIT


    Pusat Layanan Informasi

    LAYANAN KEMITRAAN
    Senin - Sabtu
    Jam 08.00-16.00
    HP/WA :0813-8263-6885

    Main Office

    PT SHAD GLOBAL INDONESIA

    Kantor Pusat
    CIBIS NINE Lt. 11
    Jl. TB Simatupang No. 2 Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560

    Kantor Operasional
    Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
    Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
    Telepon: (021) 2179 8344
    Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
    Website: shadnetwork.com


    Jadwal Shalat

    Subuh : 04:38
    Dzuhur : 11:56
    Ashar : 15:14
    Maghrib : 17:56
    Isya : 19:05
    Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya