Versi CetakVersi Cetak
Obesitas! Mana Sehat?

Jangan terlalu senang bila berat Anda berlebihan, apalagi berpikir itu simbol kemakmuran. Bisa jadi, saat itu Anda sedang “berinvestasi" bagi datangnya berbagai penyakit yang membahayakan. Jangan tenang-tenang saja bila berat badan Anda semakin bertambah, apalagi berprinsip “Tidak apa-apa gemuk, yang penting sehat.” Karena faktanya, obesitas sangat berkaitan erat dengan gangguan kesehatan. Itulah sebabnya ada anggapan bahwa obesitas adalah pintu masuknya berbagai penyakit yang membahayakan bagi penderitanya. Apa saja penyakit yang tinggi risikonya terjadi pada pengidap obesitas?

Diabetes Mellitus
Sebagai informasi, 87% penderita diabetes mellitus bermula dari kelebihan berat badan. Mengapa? Karena obesitas dapat memicu terjadinya perubahan sifat sel dalam tubuh, sehingga menyebabkan kerusakan hormon insulin. Dampaknya, kadar gula dalam darah tidak dapat dideteksi dengan baik. Itulah sebabnya orang yang memiliki berbat badan terlebih jarang menyadari saat menghadapi kenyataan dirinya sudah mengidap diabetes mellitus tipe 2.

Kanker
Banyak pakar kesehatan menyimpulkan ada hubungan yang erat antara pertumbuhan sel kanker dengan obesitas. Misalnya bagi wanita, jumlah lemak tubuh yang berlebihan dapat memicu peningkatan hormon estrogen. Hormon estrogen yang berlebihan dapat meningkatkan risiko pertumbuhan sel kanker payudara dan kanker endometrium, atau kanker yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan kewanitaan.

Hipertensi
Saat lemak yang berlebihan menumpuk di dalam tubuh, maka secara otomatis akan membuat tubuh seseorang menjadi lebih besar. Ukuran tubuh yang lebih besar akibat penumpukan lemak ini akan membuat tekanan darah juga meningkat. Hal ini disebabkan oleh kerja jantung yang lebih keras untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Sebagai informasi, pada tahun 2015 WHO telah menetapkan hipertensi sebagai penyakit pembunuh nomor satu di dunia.

Jantung Koroner
Risiko pengidap obesitas terserang jantung koroner 3-4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan normal. Faktor penyebabnya tak lain adalah obesitas dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah tinggi di dalam tubuh. Ketiga kondisi ini dapat menambah beban kerja jantung. Bila kondisi ini berlangsung dalam waktu yang cukup panjang, maka sangat besar kemungkinan jantung akan mengalami kegagalan fungsi.

Stroke
Kerja jantung yang sangat keras pada tubuh seseorang yang mengidap obesitas akan membuat tekanan darah yang semakin meningkat. Tekanan darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko pecahnya pembuluh darah. Pembuluh darah yang pecah membuat gumpalah darah menghalangi pembuluh darah untuk membawa darah ke otak. Saat aliran darah ke bagian otak terhenti, maka sel-sel otak akan mati, sehingga menyebabkan perintah gerak ke beberapa bagian tubuh terhenti yang kita kenal dengan stroke.


Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah gangguan sendi yang menyebakan sendi terasa nyeri dan kaku. Osteoarthritis ini lebih rentan terjadi pada penderita obesitas karena berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan yang ekstra lebih besar pada sendi dan tulang rawan. Dalam jangka panjang, tekanan yang besar pada sendi dan tulang rawan dapat menyebabkan sendi dan tulang rawan melemah atau dapat memicu peradangan. Kondisi inilah yang membuat osteoarthritis lebih mudah menyerang.

Sleep Apnea
Sleep apnea adalah suatu keadaan di mana seseorang mengalami terhentinya napas sejenak saat tidur akibat simpanan lemak yang banyak di bagian leher. Semakin banyak lemak di leher, maka semakin sempit saluran udara. Akibatnya, dapat memicu kesulitan bernapas dan lebih mudah mendengkur. Bahkan, seringkali mengakibatkan napas berhenti secara total dalam waktu singkat. Bila hal ini terus berlangsung, sangat tinggi risiko kematian terjadi pada penderitanya.

Sahabat Sehat SNW, tentu kita semua tidak ingin hal itu terjadi pada diri dan orang-orang yang kita cintai. Oleh karena itu, lakukan pencegahan sejak dini dengan mengendalikan berat badan Anda menggunakan SHAD TOSLIMING. SHAD TOSLIMING adalah kaspsul herbal dengan komposisi ekstrak daun jati belanda (Guazumae folium), ekstrak Gallae (manjakani), ekstrak daun kumis kucing (Orthoshiponis folium), ekstrak buah kapulaga (Amomi fructus), dan beberapa herbal lainnya yang berkhasiat khusus untuk membantu mengendalikan berat badan dengan cara melapisi dinding usus halus untuk mengurangi penyerapan lemak dari makanan yang dikonsumsi. SHAD TOSLIMING juga dapat meluruhkan timbunan lemak tubuh yang sudah ada, sehingga berefek melangsingkan. DapatkanSHAD TOSLIMING di mitrasalur terdekat Anda. (HRM)
 

Diposting oleh Admin
Senin, 01 Juli 2019 11:07:37

Rubrik : Kesehatan - dibaca : 72 Kali




Pusat Layanan Informasi

LAYANAN KEMITRAAN
Senin - Sabtu
Jam 08.00-16.00
HP/WA :0812-1100-3801

Main Office

PT SHAD GLOBAL INDONESIA

Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
Telepon: (021) 2179 8344
Faksimili: (021) 2179 8344
Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
Website: shadnetwork.com

Jadwal Shalat

Subuh : 04:17
Dzuhur : 11:41
Ashar : 14:46
Maghrib : 17:49
Isya : 18:58
Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya