Versi CetakVersi Cetak
Hipertensi Dapat Memicu Demensia, Jangan Sepelekan!

Bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi) dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal, itu sudah banyak diketahui oleh masyarakat umum. Namun jarang yang mengetahui bahwa hipertensi juga berisiko membuat pengidapnya mengalami demensia. Demensia adalah menurunnya kemampuan seseorang untuk mengingat, menalar, mengartikan, dan mempelajari sesuatu akibat terjadinya kerusakan sel otak. Dalam pengertian masyarakat awam, demensia dikenal juga dengan istilah pikun atau penurunan dayan ingat.

Selama ini, diketahui bahwa terjadinya demensia merupakan dampak dari serangan stroke. Artinya, demensia adalah ekses tidak langsung dari hipertensi. Jadi, demensia baru terjadi setelah adanya serangan stroke yang dipicu oleh hipertensi. Namun, sejumlah riset selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa demensia akibat hipertensi juga dapat terjadi tanpa didahului dengan stroke. Ini menjadi warning bagi siapapun bahwa orang yang mengidap hipertensi juga berisiko tinggi mengalami demensia. 

Gejala utama demensia adalah penurunan memori dan perubahan cara berpikir, sehingga tampak perubahan pada perilaku dan cara bicara. Gejala tersebut dapat memburuk seiring waktu. Pada tahap awal, kemampuan fungsi otak penderita masih dalam tahap normal, sehingga belum ada gejala yang terlihat. Secara perlahan namun pasti, penderitanya menjadi sulit melakukan beragam kegiatan dalam satu waktu, sulit membuat keputusan atau memecahkan masalah, mudah lupa akan kegiatan yang belum lama dilakukan, dan kesulitan memilih kata-kata yang tepat. 

Selanjutnya, penderita dapat tersesat saat melewati jalan yang biasa dilalui, kesulitan mempelajari hal baru, suasana hati tampak datar dan kurang bersemangat, serta terjadi perubahan kepribadian dan menurunnya kemampuan bersosialisasi. Pada tahap yang semakin parah, penderita juga mengalami perubahan pola tidur, kesulitan dalam membaca dan menulis, menarik diri dari lingkungan sosial, berhalusinasi, mudah marah, bersikap kasar, dan pada akhirnya dia tidak dapat hidup mandiri. 

Banyak faktor dan mekanisme patofisiologi yang menjelaskan mengapa hipertensi dapat memicu menyebabkan demensia. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi yang merusak dinding pembuluh darah, sehingga seiring waktu pembuluh darah menjadi kaku dan menyempit. Pembuluh darah yang kaku dan menyempit ini mengakibatkan suplai darah ke otak berkurang. Efeknya, otak kekurangan nutrisi dan oksigen, lalu memicu terjadinya  pengerutan otak, termasuk pada bagian hippocampus yang merupakan pusat memori. 

Berbeda dengan stroke yang terjadi secara mendadak, demensia ini terjadi secara perlahan, bahkan seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Kondisi demensia ini dapat jauh lebih parah dari amnesia, karena dapat menyebabkan penderitanya sulit untuk mengingat, menalar, mengartikan, dan mempelajari sesuatu secara permanen. Sedangkan amnesia biasanya berlangsung pada kurun waktu tertentu saja. 

Agar terhindar dari demensia dan berbagai dampak buruk lainnya, jagalah tekanan darah Anda agar selalu normal dengan SHAD TENSIKOL. SHAD TENSIKOL adalah kapsul yang diramu dari berbagai herbal pilihan yang berkhasiat untuk membantu menurunkan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, menghancurkan penggumpalan darah, menurunkan kolesterol jahat dalam darah, serta membantu mencegah lebih dini penyakit demensia, jantung, dan stroke. Dapatkan SHAD TENSIKOL hanya di mitrasalur terdekat Anda. (HRM)

Diposting oleh Admin
Sabtu, 21 Desember 2019 09:12:46

Rubrik : Kesehatan - dibaca : 5203 Kali




Pusat Layanan Informasi

LAYANAN KEMITRAAN
Senin - Sabtu
Jam 08.00-16.00
HP/WA :0812-9883-0475

Main Office

PT SHAD GLOBAL INDONESIA

Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
Telepon: (021) 2179 8344
Faksimili: (021) 2179 8344
Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
Website: shadnetwork.com


Disclaimer

Jadwal Shalat

Subuh : 04:44
Dzuhur : 12:00
Ashar : 15:22
Maghrib : 17:58
Isya : 19:09
Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya