Versi CetakVersi Cetak
Belajar dari Muhammad Al Fatih
Dikisahkan, suatu hari seorang anak kecil diajak jalan-jalan oleh ayahnya, Sang Ayah berkata kepada anaknya, “Anakku lihatlah kerajaan itu (Konstantinopel), semua pemimpin muslim berlomba-lomba untuk menjadi orang yang dapat menaklukkanya, namun dari generasi ke generasi belum ada yang mampu menaklukannya, termasuk ayahmu ini. Anakku, ayah ingin engkau bisa meneruskan perjuangan ayah dan menjadi orang yang menaklukan kerajaan tersebut”.

Anak kecil ini pun menjadi sangat penasaran, lalu ia pun bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apa gerangan yang membuat para pemimpin muslim ingin menaklukan kerajaan tersebut?” Ayahnya pun dengan semangat menjawab, “ketahuilah anakku, Rasulullah SAW berpesan bahwa kota konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam, dan pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan”. Anak kecil itu pun menjawab dengan penuh ketegasan dan semangat, “baik ayah, maka mulai detik ini aku akan memantaskan diri untuk menjadi pemimpin yang terbaik, agar diriku menjadi pemimpin yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, pemimpin yang akan menaklukan kota tersebut.”

Sejak saat itu, Sang Ayah, mendidik dengan penuh kesungguhan agar anaknya menjadi seorang pemimpin yang kuat lagi saleh. Sang Ayah melatih dan mendidik anaknya itu dari segala bidang. Dalam bidang kesatriaan, dilatih seni berpedang, memanah, dan keterampilan mengendarai kuda. Dalam bidang agama, Sang Ayah mendatangkan beberapa ulama pilihan di zamannya untuk mendidik anaknya.

Akhirnya, pada tanggal 20 Jumadil Awal 857 H bersamaan dengan 29 Mei 1453 M, anak tersebut berhasil menaklukkan Konstantinopel. Anak tersebut adalah Sultan Al-Ghazi Muhammad, atau yang lebih dikenal dengan nama Sultan Muhammad Al-Fatih, penakluk Konstantinopel. Mitraniaga yang di rahmati Allah, sukses tidak hadir begitu saja, banyak hal yang perlu kita persiapkan untuk meraih sukses, salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh Muhammad Al Fatih, yaitu bagaimana memantaskan diri untuk meraih cita-cita yang diinginkan.

Lalu bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memantaskan diri untuk sukses, sehingga Allah berkenan memberikan sukses kepada kita, dan kita pun dapat menjagadan memanfaat sukses tersebut dengan baik dan benar.

Mari kita “Memantaskan Diri” untuk menggapai sukses, karena sesungguhnya sukses kita sudah disiapkan, dan kelak akan diberikan kepada kita ketika diri kita sudah pantas mendapatkannya.

Diposting oleh Admin
Kamis, 16 Juni 2016 11:06:25

Rubrik : Motivasi - dibaca : 429 Kali




Pusat Layanan Informasi

LAYANAN KEMITRAAN
Senin - Sabtu
Jam 08.00-16.00
HP/WA :0812-1100-3801

Main Office

PT SHAD GLOBAL INDONESIA

Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
Telepon: (021) 2179 8344
Faksimili: (021) 2179 8344
Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
Website: shadnetwork.com


Disclaimer

Jadwal Shalat

Subuh : 04:06
Dzuhur : 11:39
Ashar : 15:00
Maghrib : 17:51
Isya : 19:01
Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya