Versi CetakVersi Cetak
Aktualisasi Potensi adalah Bentuk Kesyukuran

Bagi orang yang beriman, selain iman itu sendiri, anugerah terbesar dari Allah SWT untuk dirinya adalah potensi diri. Potensi itu secara tegas dinyatakan oleh Allah SWT dalam kalam-Nya “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.” (QS At Tin 95: 4-6).

Dengan sifat kasih sayang-Nya, Allah SWT memberikan potensi yang utuh kepada setiap makhluk-Nya. Allah tidak membedakan potensi yang diberikan kepada orang yang secara fisik sempurna atau orang yang dianggap orang lainnya kurang sempurna. Setiap yang diciptakan Allah SWT adalah penciptaan paling sempurna dengan segala potensi dan kelebihan masing-masing. Artinya, siapapun kita dan bagaimanapun kondisinya, kita tetap seorang yang punya potensi luar biasa untuk mewujudkan setiap impian. Oleh karena itu, kita semua punya hak dan peluang yang sama untuk sukses. Yang membedakannya hanya pada cara kita berbuat untuk mewujudkan impian sukses itu.

Katakanlah: tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing. Maka Rabb-mu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.” (QS Al Isra 17:84). Buya Hamka menafsirkan, bahwa ayat tersebut menjelaskan bahwa setiap kita adalah makhluk istimewa, karena telah dianugerahi bakat unik yang disesuaikan dengan kondisi kita masing-masing. Bakat ini berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain, sehingga setiap orang mempunyai keleluasaan untuk melakukan tindakan sesuai kondisi dan bakatnya itu. Nah, kalau kita sudah mengetahui dan menyadari bahwa kita semua terlahir istimewa, maka seharusnya kita selalu optimis dan semakin bersemangat untuk menjalani setiap aktivitas dengan cara (bakat dan keterampilan) serta profesi kita masing-masing untuk mewujudkan semua impian. Ternyata, tak ada alasan bagi kita untuk ragu bahwa kita semua punya hak untuk sukses.

Sahabat Mitra Bisnis, bakat kita adalah pemberian Allah SWT. Oleh karena itu, mengoptimalkan setiap pemberian-Nya adalah “pemberian” (syukur) kita kepada-Nya. Implementasi rasa syukur itu salah satunya dengan melakukan setiap ikhtiar yang maksimal dan sungguh-sungguh. Kita semua tidak ingin bangunan cita-cita yang kita impikan hancur hanya karena kita melakukan banyak hal dengan setengah hati. Tentu ini semua memerlukan proses yang panjang dan mungkin tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi secara sunnatullah, kita untuk dituntut melakukan itu. Kita harus selalu memperbaharui tekad dan semangat, serta mencari terobosan baru untuk membuat harapan kita menjadi nyata. Sebuah ungkapan bijak mengatakan, “Apabila Anda menghendaki sesuatu yang belum Anda miliki, maka Anda bisa harus mengerjakan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan.” Artinya jelas, bahwa perwujudan semua harapan kita berbanding lurus dengan aktualisasi potensi dan kinerja kita secara maksimal.

Suatu ketika Umar bin Khaththab r.a. pernah berkata, “Aku tidak pernah mengkhawatirkan apakah doaku akan dikabulkan atau tidak, tapi yang lebih aku khawatirkan adalah aku tidak diberi hidayah untuk terus berdoa.” Kita tahu bahwa Umar adalah orang yang pernah mengusir seorang pemuda untuk keluar dari masjid karena hanya berdoa setiap hari tanpa melakukan usaha nyata. Umar mengusir pemuda tersebut sambil memerintahkan agar dia juga melakukan kerja nyata sebagai washilah terkabulnya doa. Artinya, saat Umar berdoa secara sungguh-sungguh dan istiqamah, pastilah beliau juga melakukan usaha nyata secara sungguh-sungguh dan istiqamah

Pernyataan Umar tersebut adalah pesan bagi kita, bahwa selain terus menerus berdoa, kita juga harus terus menerus berusaha secara fisik. Doa adalah harapan yang terucap dalam bentuk lisan, sedangkan usaha adalah bentuk harapan secara perbuatan. Bila Umar tak pernah khawatir doanya dikabulkan atau tidak, maka kita pun seharusnya tak perlu ragu apakah usaha kita akan berhasil atau tidak. Karena bagi kita, usaha yang sungguh-sungguh adalah bentuk kesyukuran terhadap potensi yang telah dianugerahkan Allah SWT. (HRM)

 

#Aktualisasi #aktualisasidiriadalah #aktualisasiadalah #aktualisasidiri #aktualisasibhinekatunggalikadalambidangsosialbudayaakanmenciptakansikap #aktualisasipancasila #aktualisasiartinya #aktualisasibhinekatunggalika #aktualisasipancasiladalamkehidupansehari-hari #aktualisasinilaibhinekatunggalikadalambidanghukumdanpemerintahanditunjukkanolehnomor

Diposting oleh Jamil
Rabu, 26 Desember 2018   Jam 09:12:30

Rubrik : Motivasi - dibaca : 978 Kali



BERITA TERKAIT


    Pusat Layanan Informasi

    LAYANAN KEMITRAAN
    Senin - Sabtu
    Jam 08.00-16.00
    HP/WA :0813-8263-6885

    Main Office

    PT SHAD GLOBAL INDONESIA

    Kantor Pusat
    CIBIS NINE Lt. 11
    Jl. TB Simatupang No. 2 Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12560

    Kantor Operasional
    Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
    Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
    Telepon: (021) 2179 8344
    Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
    Website: shadnetwork.com


    Jadwal Shalat

    Subuh : 04:39
    Dzuhur : 11:56
    Ashar : 15:14
    Maghrib : 17:57
    Isya : 19:06
    Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya