Versi CetakVersi Cetak
Mengapa Pengidap Diabetes Berisiko Mengalami Amputasi

Pengidap diabetes mellitus yang kronis biasanya rentan mengalami komplikasi. Komplikasi yang paling sering dan berisiko mereka dapatkan adalah kerusakan saraf (neuropati) dan sirkulasi darah yang buruk. Neuropati adalah istilah yang digunakan untuk gejala gangguan pada saraf di tubuh yang ditandai dengan munculnya rasa nyeri, kesemutan, kram otot, hingga susah buang air kecil. Neuropati yang sudah parah dapat menyebabkan mati rasa, sehingga penderitanya dapat kehilangan rasa sakit dan ketidaknyamanan. 

Hampir semua penderita diabetes yang parah mengalami neuropati, sehingga mereka kesulitan mendeteksi secara dini cedera, luka atau iritasi. Mereka baru menyadari ketika luka itu sudah bertambah parah dan mulai terasa menganggu. Sedangkan sirkulasi yang buruk dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk memulihkan luka, sehingga luka kecil sekalipun dapat berubah menjadi infeksi yang besar dan membahayakan. Komplikasi ini dapat terjadi di semua anggota tubuh seperti di lengan, kaki, tangan, jari kaki, atau jari tangan. 

Sirkulasi yang buruk dapat menyebabkan kematian jaringan (gangren) pada anggota tubuh, sehingga saat terjadi infeksi dampaknya akan semakin parah. Bila dianggap membahayakan bagi anggota tubuh yang lain, bahkan dapat mengancam keselamatan nyawa, maka pada bagian anggota tubuh yang sudah mengalami gangren tersebut dianjurkan untuk diamputasi. 

Bagian tubuh penderita diabetes yang paling sering dan rentan terancam amputasi adalah kaki. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain:

•    Infeksi dan Ulkus (luka) yang Sulit Sembuh.
Ulkus adalah sakit pada kulit yang dapat menuju ke tulang. Sirkulasi yang buruk dan neuropati pada kaki, membuat sekecil apapun luka/lecet berubah dengan cepat menjadi bisul yang terinfeksi dan sulit sembuh. Karena sulit sembuh, bahkan infeksinya cenderung semakin menjalar ke bagian lain, maka pilihan terbaik untuk melindungi anggota tubuh lainnya adalah amputasi.

•    Kaki adalah Bagian Tubuh yang Rentan Mengidap Mata Ikan dan Kapalan
Neuropati yang menyebabkan penderitanya mati rasa, kadang membuatnya tidak menyadari bahwa mata ikan atau kapalan akibat gesekan sepatu dan lain-lain telah berubah menjadi luka terbuka atau borok. 

•    Kulit Kaki Mudah Kering dan Rentan Pecah-pecah
Sirkulasi yang buruk dan neuropati dapat membuat kulit penderita diabetes lebih mudah kering, sehingga mudah terjadi retakan yang rentan berubah menjadi luka dan menyebabkan infeksi.

•    Kelainan Kuku
Orang tertentu kadang memiliki jenis kuku yang tumbuh ke dalam. Kuku ini dapat menyebabkan luka, sehingga infeksi jamur dapat menyerang tanpa sepengetahuan pengidapnya akibat hilangnya rasa pada kaki.

•    Jari Kaki Palu dan Bunion
Kerusakan saraf yang mempengaruhi otot dapat menyebabkan kelemahan otot dan hilangnya tonus (kontraksi otot) pada kaki, sehingga menghasilkan jari palu dan bunion. Jika tidak diobati, cacat ini dapat memicu borok dan infeksi yang semakin meluas.

Untuk menghindari terjadinya amputasi dan infeksi, maka penderita diabetes harus melakukan perawatan rutin dan menggunakan alas kaki yang tepat agar tidak terjadi luka. Bila terlanjur luka, rawatlah luka dengan telaten agar tidak semakin meluas. Hentikan kebiasaan merokok, karena merokok dapat mempengaruhi pembuluh darah kecil, yang menyebabkan aliran darah ke kaki menurun dan membuat luka pulih dalam waktu yang lama. Yang tidak kalah penting, jaga selalu kadar gula darah Anda agar tidak berlebihan. Kendalikan kadar gula darah dengan SHAD ENDIABET.

SHAD ENDIABET adalah kapsul herbal yang diramu khusus untuk membantu menurunkan kadar gula darah, meningkatkan insulin, dan membantu memperbaiki kerja pankreas agar menghasilkan insulin secara lebih maksimal, sehingga dapat membantu mengobati diabetes melitus (kencing manis). Dapatkan SHAD ENDIABET hanya di mitrasalur terdekat Anda. (HRM)
 

Diposting oleh Admin
Jum`at, 20 Desember 2019 10:12:17

Rubrik : Kesehatan - dibaca : 1024 Kali




Pusat Layanan Informasi

LAYANAN KEMITRAAN
Senin - Sabtu
Jam 08.00-16.00
HP/WA :0812-9883-0475

Main Office

PT SHAD GLOBAL INDONESIA

Jl. Moh Kahfi II No.28 C Jagakarsa
Jakarta Selatan - DKI Jakarta 12630
Telepon: (021) 2179 8344
Faksimili: (021) 2179 8344
Email:administrasipemasaran@shadnetwork.com
Website: shadnetwork.com


Disclaimer

Jadwal Shalat

Subuh : 04:39
Dzuhur : 11:57
Ashar : 15:14
Maghrib : 17:58
Isya : 19:07
Jadwal Shalat untuk DKI Jakarta dan sekitarnya